|
Mudik sudah pasti enggak hanya bawa badan doang kan. Sejumlah barang mulai kebutuhan pribadi sampai oleh-oleh tentunya juga turut dibawa. Tapi bagaimana supaya barang berhasil dibawa sampai kampung dengan perjalanan tetap aman dan selamat.
“Bawa barang boleh-boleh saja, intinya jangan sampai mengganggu handling saat berkendara,” kata Rizky Mario dari PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Doi merupakan ahli safety riding Yamaha yang pernah mendapat pendidikan di Jepang.
Lebih jelasnya berikut panduan penempatan barang di setiap tipe motor. Skubek, bebek dan sport. Ketiga tipe motor tadi pasti akan menjadi tipe kendaraan favorit saat mudik nanti. Selamat mudik, Bro! Ingat safety first!!
DI ATAS JOK
Untuk pemudik yang menggunakan motor sport, posisi paling pas untuk meletakkan barang bawaan adalah di atas jok belakang. Tapi tentu saja hal ini bisa dilakukan jika tanpa boncengan. Tas atau barang bawaan tadi diikat sekuat mungkin ke rangka hingga tidak bergeser saat menikung atau bermanuver.
“Namun kalau bersama boncengan ada baiknya menggunakan boks tambahan, tapi lebih baik dengan model yang di samping,” kata Kiky panggilan akrab Rizky yang sudah mulai buncit itu.
“Bukannya boks belakang dilarang tapi yang di samping jauh lebih aman,” tambahnya. Hal itu karena penggunaan boks belakang yang di atas behel pasti bakal merubah titik berat motor.
bakal merubah titik berat motor. “Perubahan tadi akan mengubah handling dan malah bisa berbahaya,” kata pria berkulit putih ini. Sementara itu jika penggunaan boks samping titik berat tidak akan berubah.
“Motor bertambah berat sih iya, tapi yang terpenting handling enggak akan terganggu,” tambahnya. Kiky juga menyoroti kebiasan pemudik yang membuat sendiri tambahan di belakang jok atau di atas behel menggunakan kayu atau besi. Sudah pasti hal itu tidak direkomendasikan.
Begitu juga kebiasaan pengguna motor sport yang meletakkan barang diatas tangki bensin. “Bagian atas tangki harus bebas dari barang sebab jika ada tas atau barang di atasnya pasti handling akan terganggu. Misalnya saat berbelok,” ungkapnya.
MANFAATKAN DEK

Bagi mudikers yang menggunakan skubek maka punya bidang yang lumayan untuk meletakkan bawaan. Persisnya di atas dek yang rata. Memang tidak semua skubek punya dek rata tapi mayoritas rata.
Tapi tentu saja enggak semua ukuran atau dimensi barang bisa diletakkan di tempat itu. “Ada aturannya baik untuk lebar maupun tingginya,” beber Kiky. Misalnya saja untuk lebar. Disarankan untuk tidak melebihi lebar dari dek skubek yang mau dibawa mudik nanti.
“Kalau terlalu lebar selain tidak ada tempat buat kaki juga akan berbahaya jika ada barang yang keluar dari bodi motor, ngeri nyangkut kendaraan atau lainnya,” kata pria ikal ini.
Sementara itu untuk tingginya diminta untuk tidak sampai mengganggu operasional kemudi. “Artinya tidak mengganggu setang saat harus berbelok,” ungkapnya lagi.
UNTUK SI BEBEK
Jenis motor bebek diyakini masih varian terbanyak yang diajak mudik. Pasalnya irit bensin. Nah untuk motor satu ini di mana ya tempat meletakkan barang yang aman?
“Untuk tas atau barang sebaiknya diletakkan di atas underbone-nya,” kata Kiky. Ini tentu saja jika mudik berboncengan. Sedangkan kalau sendirian tetap disarankan mengikatnya di atas jok belakang.
Untuk penempatan di atas underbone tadi Kiki berpesan supaya ukurannya tidak terlalu besar. “Ukuran barang tadi jangan sampai mengganggu operasional setang dan rem,” ungkapnya.
Karena itu mengingat ukurannya maka barang yang bisa sebaiknya ditempatkan di sini hanyalah sebuah tas ransel berukuran sedang.
Penulis/Foto : Nurfil/Herry xl
|
0 Responses to “safety riding”